WISATA ILMIAH MAN2 PARE DI MAKASSAR


siswa MAN2 ketika di Bneteng Rotherdam

PRAKTEK LAPANGAN

Siswa MAN 2 Parepare di Kota Makassar

PENDAHULUAN

 Kota Makassar yang dijuluki  dengan sebutan kota daeng karena penduduk nya mayoritas adalah etnik Bugis Makassar. Panggilan dengan istilah daeng adalah suatu kehormatan bagi etnik Makassar .   Kota Ujung Pandang yang kini berubah nama kembali menjadi Makassar dengan hetorogenitas dan hemogenitas warganya  yang majemuk dan sebagai ibu kota pemerintahan  Propinsi Sulawesi Selatan sekaligus sebagai pusat perdagangan dan perkonomian, pendidikan, budaya serta sebagai kota sejarah.  Secara historis Kota Makassar  banyak menyimpang  fakta kejayaan sejak zaman penjajahan Belanda.  Kejayaan kerajaan Gowa yang kala itu Makassar masih dibawah kekuasaan kerajaan Gowa ySaat di Bnteng Rotherdam

 

 

ang dipimpin oleh  raja Sultan Alauddin yang dikenal dengan Sultan Hasanuddin yang berjaya dan terkenal sampai diluar negeri. Bukti-bukti sejarah tersebut banyak tersimpang rapi di dalam  museum.

Dinamika kehidupan warga kota Makassar yang kini telah menjadi sebuah kota Metropolitan yang hingar- binger tersebut menjadi unik dan menarik bagi orang yang berdemosili didaerah seperti hal para siswa MAN 2 Parepare, untuk menjadi objek  obsevasi dan pengamatan  baik dari segi ilmu Sosiologi, geografi, Ekonomi, Seni Budaya, serta  Sejarah.  Sehingga sangatlah tepat bila para siswa dapat melihat, mendengar dan merasakan secara lansung  suasana dan keadaan tersebut. Dan dapat membuktikan secara lansung kaitan dengan materi bidang studi yang telah diterima disekolah, sehingga dapat tercipta suatu pembelajaran yang menarik dan berkesang bagi para siswa.  Pro

di depan Museum Lagaligo

gram semacam i

 

 

ni sekaligus dapat menginplementasikan metode belajar mengajar sesuai apa yang diisyaratkan oleh Kurikulum KTSP yakni mencipt

 

akan bentuk inovasi pembelajaran yang tidak monotom, baik didepan kelas maupun diluar kelas.

Dari segi rekreatif keunikan gemerlapnya kota Makassar sebagai kota metropolitan menjadi suatu objek wisata bagi warg

 

 

a  diluar kota Makassar dengan berbagai macam pesona kenidahan dan kemegahan serta hiburan yang sangat menarik.

Dari hal tersebut, serta dengan mengakomodasi minat serta keinginan para siswa dipililah daerah Kota Makassar dan sekitarnya dengan objek-objek tertentu untuk menjadi tujuan objek Praktek Lapang kali ini

 Latar Belakang Kegiatan.

1.  Kegiatan program tahunan siswa MAN 2 parepare

2.  Salah satu bentuk proses pembelajaran  para guru dan siswa  MAN 2 Parepare

  Maksud dan Tujuan.

Kegiatan kunjungan lokasi dalam rangka Penelitian/Studi Banding para siswa MAN 2 Parepare di Kota Makassar bertujuan sebagai berikut :

1.      Untuk melakukan  proses pembelajaran diluar kelas dalam bentuk ; penelitian, obsevasi dan perbandingan yang berkaitan dengan materi pelajaran yang dikemas dalam bentuk Praktek Lapang

2.      Salah satu bentuk program sosialisasi sekolah MAN 2 Parepare diluar wilayah kota Parepare.

3.    Salah satu bentuk sarana refreching oleh para siswa maupun guru setelah usai menempuh proses pembelajaran dan ujian semester.

Waktu dan Pelaksanaan.

1.   Jadwal dan Rute perjalanan.

Kegiatan Praktek Lapang Siswa MAN 2 Parepare berlansung dengan

rute perjalanan dan objek kunjungan sebagai berikut :

  • Pabrik PT. Semen Bosowa Maros di Kabupaten Maros
  • Benteng Rotherdam Makassar ( Museum Budaya dan Museum lagaligo.
  • Museum Balla Lompoa, di Sunggu Minasa kabupaten Gowa
  • Makan Syeh Yusuf, Sunggu Minasa Kabupaten Gowa
  • Kantor harian Fajar Makassar
  • Mall Panakukang dan Mall Karebosi
  • Pantai Losari Makassar

2.      Sekilas tentang objek

Beberapa objek yang telah berhasil dikunjungi pada kegiatan kali ini sesuai dengan  jadwal yang direncanakan antara lain :

a.      Pabrik semen PT. Semen Bosowa Maros

Pabrik semen PT. Semen Bosowa Maros didirikan pada tahun 1994 oleh sebuah perusahaan swasta putera daerah PT Bosowa yang berkantor di Makassar. Pabrik Semen Bosowa Maros yang berlokasi di desa Baruga kurang lebih 20 km sebelah utara kota Maros, suatu wilayah yang dikelilingi oleh perbukitan batu kapur ( batu gamping ) menjadi sebagai sumber bahan baku  utama semen. Secara ringkas dapat uraikan proses  produksi semen sebagai berikut.

 

Batu kapur yang yang ada di perbukitan  dalam bentuk kompak diambil dengan dengan metode peledakan ( blasting Operation) yaitu menghancurkan batuan dari batuan induk menjadi ukuran 70 cm dengan menggunakan bahan peladak Ammonium Nitrat Fuel Oil ( ANFO) dan ditambah 1 buah dinamit sebagai penggalak dan 1 buah detonator sebagai pemicu ledak, bahan peledak tersebut dimasukkan dalam lubang bor pada batuan, lalu kabel detonator dirangkai satu sama lain untuk diledakkan dengan Blasting Maching. Batuan hasil peledakan kemudian dingkut ke Crashing Plant untuk dihancurkan  menjadi 7 – 10 cm setelah itu mengalami lagi peremukan pada Giratory Crusher untuk mencapai ukuran kecil  (butiranMuseum balla Lompoa Gowa

).  Kemudian material tadi diangkut dengan ban berjalan (Belt Conveyer) untuk mengalami tahap-tahap proses berikutnya yaitu pencampuran ( Mixing) dengan material  tanah lempung ( clay) , pasir silica ( Kwarsa), Gips kebudian dimasukkan pada pembakarang I (mailing) pada suhu 400 derajat untuk menghilangkan kadar airnya. Setelah itu dicampur lagi dengan pasir besi lalu dimasukkan pada tahap pembakaran tahap II untuk menghasilkan material dalam bentuk tepung, lalu kemudian tahap akhir adalah pengepakan yaitu material  tepung sudah menjadi semen dimasukkan dalam kantong-kantong kapasitas 40 atau 50 Kg lalu didistribusikan keluar pabrik. Proses tersebut diatas berjalan secara terus menerus, sehingga secara normal pabrik dapat menghasilkan semen dengan kapasitas produksi sebesar 250 ton/jam atau 5000 sak per jam

b.      Benteng Rotherdam Makassar.

Bangunan benteng Rotherdam terletak di pusat Kota Makassar yang menghadap ke pantai. Bangunan tersebut diban

gun pada zaman penjajahan Belanda oleh pemimpin pemeritahan belanda yang bernama Rotherdam yang berkuasa pada saat belanda menjajah daerah ini.  Bangunan tersebut digunakan sebagai kantor Pusat kegiatan pemerintahan sekaligus sebagai benteng pertahanan. Bagian dalam kompleks benteng terdiri atas beberapa bangunan yang berfungsi sebagai kantor pemerintahan serta tempat kediaman para petinggi serta para perwira tentara Belanda, juga ada bangunan dijadikan sebagai markas tentara serta penjIbu Rini dari Harian Fajar sbg nara sumberara tempat menawan musuh.

Kini bangunan benteng tersebut tetap dijaga keasliannya dan telah berubah fungsi menjadi sebuah bangunan museum bersejarah bagi daerah Sulawesi selatan, ada dua jenis museum  yakni museum budaya, yaitu tempat menyimpang reflika atau miniatur perlatan tradisional maupun benda produk kebudayaan suku-suku di Sulawesi dan sekitarnya. Sedangkan museum Lagaligo menyimpang bukti sejarah penjajahan Bangsa Belanda, serta kerajaan-kerajaan yang pernah ada dan berkuasa di Sulawesi Selatan. Dan sebagian bangunan dijadikan sebagai kantor Dines Pelestarian Suaka bersejarah dan Cagar Budaya Sul Sel dan sekaligus sebagai objek pariwisata kota Makassar.

c.       Museum Balla Lompoa, di Sunggu Minasa kabupaten Gowa

Balla lompoa dalam bahasa Makassar berarti rumah besar. Bangunan balla Lompoa adalah bangunan rumah Etnik Makassar yang berbentuk rumah panggung yang berukuran besar adalah bekas  istana  peninggalang kerajaan Gowa yang diwariskan secara turun temurun kepada raja-raja gowa seperti raja Gowa yang XIV yaitu Imangnga’rangi Daeng Marabbia Karaeng Lakiung  Sultan Alauddin Tumenangnga ri Gaukanna yang dikenal dengan (Sultan Hasanuddin) yang berkuasa pada tahun  1593 – 1639 M.

Kini bangunan bekas istana tersebut dikelolah oleh pemerintah Kabupaten Gowa dan dijadikan sebagai cagar budaya be

 saat obserpsi di Harian Fajar

rsejarah sekaligus sebagai Museum tempat menyimpang barang dan benda-benda pusaka peninggalan kerajaan Gowa seperti mahkota raja, pakaian kebesaran , badik dan keris pusaka , dan perlatan singgahsana raja, serta bukti-bukti kejayaan kerajaan Gowa pada jaman dulu

d.      Kantor harian Fajar Makassar

Harian Fajar  adalah salah satu Koran terbesar di Indonesia timur, yang berkantor di gedung Graha Pena adalah salah satu bangunan termegah dan tertinggi di Makassar. Gedung Graha Pena ditempati oleh beberapa jenis kantor perusahaan, redaksi harian Fajar berkantor di Lantai IV. Proses penerbitan Koran fajar  menjalani beberapa tahap proses, yakni berita yang dibawah oleh para wartawan pada sore hari diproses terlebih dulu di ruang rapat redaksi, lalu dipilih salah satu berita yang akan dijadikan kepala berita (Head Line) kemudian diedit dan diformat diruang editing, setelah itu dikirim ke bagian perwajahan (lay Outer) selanjutnya dikirim ke ruang percetakan untuk dicetak, setelah dicetak dalam bentuk Rool dimasukkan ke ruang catting untuk dipotong dan menjadi beberapa halaman, lalu kemudian diedarkan.

e.       Mall Panakukang dan Mall Karebosi

Mall Karebosi terletak dibawah lapangan Sepak Bola Karebosi, bangunan dalam mall terdiri atas beberapa toko dan supermarket, serta lapangan parkir yang luas. Dari luar tidak tampak adanya suatu bangunan mall karena diatasnya terdiri atas beberapa jenis lapangan olah raga.. Mall Karebosi dinamakan  mall karena mall tersebut menempati area yang luas yaitu seluas lapangan Karebosi yang terdiri atas 4 lapangan sepak bola dan 2 lapangan basket.

Sedangkan Mall Panakukang terletak di wilayah Perumahan megah Panakukang Mas di Jl. Pettarani. Bangunan Mall terdiri atas beberapa bangunan pusat perniagaan yang saling berhubungan sehingga menempati area yang sangan luas ditambah dengan lapangan parker dengan kapasitas besar dengan system komputerisasi. Bangunan Mall berlantai tiga yang ditempati oleh banyak toko dan super market dengan desain interior dan eksterior yang menarik dan futuristic membuat mall ini nampak canggih dan modern.

 KESIMPULAN DAN SARAN

1.      Kesimpulan.Di depan museum balla lompoa Gowa

Pelaksanaan kegiatan Praktek lapang Siswa MAN 2 Parepare TP 2009/2010 kali ini melihat para siswa ketika berada di lapangan, dan dengan  tidak adanya masalah yang timbul yang dapat mengganggu jalannya kegiatan, sehingga program  yang telah direncanakan berjalan dengan baik. Target dan sasaran kegiatan tercapai dengan baik,  terlihat dari antusias dan animo para siswa yang tinggi untuk melakukan observasi dan pengamatan pada setiap objek sehingga apa yang ingin diketahui oleh siswa yang berkaitan dengan materi bidang studi mencapai tujuan. Untuk itu kegiatan semacam ini perlu senantiasa diadakan setiap tahun secara berkesinambungan

2.      Saran-saran

Dengan selesainya kegiatan Praktek Lapang siswa MAN 2 Parepare kali ini beberapa hal yang perlu lebih tingkatkan. Untuk itu pada kegiatan berikutnya disarankan  antara lain :

  • Kegiatan pembimbing dan pendamping setiap guru bidang studi agar lebih  berfungsi dengan baik sehingga siswa dapat kebih terfokus dan terarah dalam melakukan observasi dan pengamatan dilapangan mapun  pra pemberangkatan (tecnichal meeting)
  • Bahan-bahan acuan seperti buku pustaka  serta informasi tentang objek penelitian agar diadakan sehingga dalam penyusunan laporan penelitian para siswa tidak mengalami hambatan
  • Agar dapat lebih meringankan bebang para siswa kiranya pembiayaan kegiatan praktek lapang ini tidak dibebangkan sepenuhnya kepada siswa, sehingga semua siswa mempunyai peluang untuk mengikuti kegiatan semacam ini

Pembimbing,

Dra. HASNAWATI…

Tentang fhetan

Sukses selalu...
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s