Tesis : KECERDASAN SPRITUAL

“ Pentingnya Kecerdasan Spritual bagi seorang Siswa “.   

SISWA MAN 2 PARE

  1. Pendahuluan

A.  Latar Belakang Masalah

Dewasa ini kemajuan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi demikian Pesatnya. Sebagai konsekuensi logis,kita harus menyiapkan sumber daya manusia yang berkualits,bukan berarti manusia yang hanya menguasai IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi)semata,melainkan harus pula memiliki IMTAQ(Imam dan taqwa).Dengan demikian bangsa Indonesia senantiasa selain mampu mengikuti perkembangan di bidangt Ilmu Pengetahuan dan Teknologi,juga diharap mmpu mengantisipasipengaruh ndari luar yang dapat merusak atau mengancam tatanam hidup,ideology,kepribadian dan budaya bangsa.

Dalam upaya mewujutkan manusia yang seutuhnya atau sumber daya manusia yang berkualitas tersebut,diperlukan upaya-upaya konkritsecara maksimal.Salah satu diantaranya adalah pambinaan dan peningkatan moral siswa.

Pendidikan dasar pada prinsipnya merupakan pondasi bagi jenjang pendidikan menengah dan seterusnya,sebagai dasar dari usaha mencerdaskan kehidupan bangsa yang diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.Bilamana dasar atau pondasisuatu pendidikan lemah,berarti kita tidak dapat meletakan landasan yang kokoh untuk menciptakan sumber daya.

Yang berkualitas.Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional mengisyaratkan dalam Bab II Pasal 3 bahwa:

Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentukwatak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,bertujuan untuk berkembangnya potensipeserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berahlaq mulia,sehat,berilmu,cakap,kreatif,mandiri dan menjadi warga negara  yang demokratis serta bertanggung jawab.

Dengan demikian pentingnya menanamkan kecerdasan Spiritual  sebagai acuan dari agama dapat mempermudah siswa dalam memahami makna dari nilai dalam kehidupan ini. Seperti kemampuan  bersikap, siswa yang memiliki kemampuanini dapat melepaskan diri dari pengaruh budaya masyarakat modern. Sebagaimana yang dikatakan oleh Lan Marshall dan Dana Zohar ( 2001:10):

Memiliki kecerdasan spiritual kolektif yang rendah,manusianya berada dalam budaya yang spiritual bodoh yang ditandai oleh matearilisme,kelayakan,egoisme diri yang sempit,kehilangan agama dan komitmen.

Menurut ali ginarjar Agustian (2001)bahwa kecerdasan spiritual adalah upaya menjernihkan hati agar bersih dari belenggu paradikma dan prasangka yang salah satu upayamemunculkan fitnahmanusia.Lain halnya yang dikemukakan oleh Dana Zohar Marshall (2004 :60) mengemukakan bahwa ;”kecerdasan spiritual adalah penggabungan antara kecerdasan emosional dan nilai-nilai spiritual dengan nilai manajemen hati dengan pendekatan agama’

Dari kedua pendapat di atas,maka dapat disimpulkan bahwa kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat

Internal diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada dibalik kenyataan apa adanya. Kecerdasan ini lebih berusaha pada pencerahan jiwa yang dapat membantu seseorang membangun dirinyasecara utuh.Kecerdasan spiritual tidak bergantung pada budaya atau nilai-nilai masyarakatyang ada,tetapi menciptakan untuk memiliki dasar-dasar spiritual,sehingga siswa secara pribadi terpuruk,terjebak oleh kebiasaan dan kekhawatiran. Dengan demikian kecerdasan spiritual (Spiritual Quatien) tampaknya merupakan jawaban terhadap kondisi semacam itu. Seseorang dalam membangun dasar kecerdasan spiritualnya harus berdasarkan enak rukun iman dan lima rukun Islam.

Dengan melihat keadaan sekarang ini ,tidak henti-hentinya kita mendengar berita tentang kriminalitas yang dilakukan oleh siswa-siswa seperti yang terjadi di beberapa daerah yang hamper setiap minggu diberitakan di berbagai media,baik media cetak maupun media elktronik.siswa sekolah yang melakukan tawuran (perkelahian antar remaja)yang tidak sedikit menimbulkan korbam.Watak tidak bermoral yang kian marak di negeri ini, sudah saatnya siswa-siswa mengakhirinya dengan menumbuhkan prinsip-prinsip ajaran Ilahi, akal pikiran, dan moral yang dijunjung tinggi agar siswa dapat meneruskan eksistensinya sebagai generasi harapan bangsa.

siswa MAN 2 Parepare

Walaupun kecerdasan spiritual berasaskan agama Islam,ini tidak berarti kecerdasan spiritual hanya ditunjukkan secara eksklusif untuk individu Islam saja,tapi kecerdasan spiritual adalah untuk semua tanpa melihat agama atau bangsa,

Tetapi kecerdasan spiritual merupakan suatu usaha yang telah dapat menghubungkan agar siswa bermoral.Jadi siswa harus dididik untuk mempunyai beberapa kecerdasan dalam dirinya sebelum tumbuh menjadi siswa yang tidakbertanggung jawab.

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya nilai-nilai moral ditanamkan dalam diri siswa sedini mungkin.Jadi dalam upaya pembinaan moral dilakukan untuk mengubahsikap dan tata laku seseorang dalamrangka mengembangkan kualitas manusia tentang pemahaman dan nilai-nilai yang burukdan baik melalui upaya pengajaran dan pelatihan yang pelaksanaannyaberkesinambungan sehingga siswa tumbuh menjadi yang berahklaq,bermoral,beretika dan berbudi pekerti.

Praktek Elektronika MAN 2 PAREPARE

B.  Rumusan Masalah

Berdasarkanuraian pada latar belakang di atas yang berdasar pada landasan teoritis,factual dan yuridis yang telah dipaparkan,maka timbullah permasalahan-permasalahan sebagai berikut :1.    Bagaimana upaya pembimbingan moral siswa?2.  Bagaimana pentingnya kecerdasan spiritual dalam pembinaan moral  siswa?

C.  Tujuan Penulisan

1.  Untuk memberikan gambaran tentang upaya pembinaan moral  siswa.

2.  Untuk memberikan gambaran tentang pentingnya kecerdasan spiritual dalam pembinaan   moral siswa.

 II.         PEMBAHASAN

  1. Kecerdasan Spritual

1.   Pengertian Kecerdasan Spiritual

Kecerdasan spiritual adalah terdiri dari atas dua kata yaitu kecerdasan dan spiritual. Untuk mengetahui pengertian dari kecerdasan spiritual, ada baiknya jika terlebih dahulu diketahui pengertian dari kata kecerdasan dan spiritual itu sendiri-sendiri.

Cattel (1963) dan horn(1968) mengemukakan versi mereka tentang model hierrasi kecerdasan,bahwa factor G berperan sebagai kecerdasan manusia sedangkan Guildford(1967) menggolongkan kecerdasan dalam tiga dimensi yakni Coperations(apa yang dilakukan orang),Contens(materi atau informasi yang ditampilkan oleh coprations)dan produk(bentuk pemrosesan informasi) (www.suarapembaruan.com,(news/2005)

Spiritual adalah suatu sifat yang bersifat ilahi,esensi yang hidup penuh kebijakan,suatu cirri atau atribut kesadaran yang mencerminkanapa yang sebelum ini dinamakan nilai-nilaikemanusiaan(Being-Values)

(Marsya Sinetar,2001;15)

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan untuk menghadapi dan memecahkan masalahmakna dan nilai untuk menempatkan prilaku dan hidup manusia dalam konteks makna lebih luas dan kaya.Kecerdasan ini.

Menilai bahwa tindakanatau jalan hidup seseoranglebih bermakna atau kreatifdengan menemukan nilai-nilai baru.Dan ini dikemukakan oleh Zohar dan Marsyall(2000) bahwa SQ mempunyai kaitan dengan kreatifitas.Tetapi kreatifitas ini juga terkait dengan masalah nilai.Dikatakan bahwa kecerdasan spiritualmemungkinkan manusia mengubah aturan dan situasi,memberi rasa moral,menentukan baik dan burukdan memberi bayangan atau gambaran kemungkinan yang belum terwujud.

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhubungandengan kearifan di luar ego atau jiwa sadar.Kecerdasan spiritual menjadikan manusia yang benar-benar utuh secara intelektual,emosional dan spiritual yang dapat membantu manusia menyembuhkandan membangun diri secara utuh.

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang paling tinggi baik secara langsung maupun tidak langsung yang berhubungan manusia dengan kemampuan manusia mentransdensikan diri.Zohar dan Marsyal (dalam marsha sinetar 2001) menyatakan bahwa , transendensi adalah suatu yang membawa manusia “mengatasi”(beyond) masa kini,rasa duka bahkan mengatasi diri kita pada saat ini. Ia membawa manusia melampaui batas-batas pengetahuan dan pengalaman … serta menempatkan pengetahuan dan pengalaman kedalam konteks yang lebih luas.Transendensi manusia membawa kepada kesadaran akan suatu luar biasa dan tidak terbatas baik di dalam maupun diluar diri manusia,yang menjadikan manusia cerdas secara Spiritual dalam beragama mengoptimalkan otak spiritual dengan kegiatan seperti berikut:

@.Melihat secara utuh mana yang disebut mata batin.Karena mata batin memiliki otak spiritual yang memadukan secara informasi yang diserap melalui pikiran yang ditangkap dengan mata batin.

@.Melihat dibalik penampilan objektif yang merupakan fakta tak ditolak oleh mata batin dimana seseorangmampu memahami dirinya(intra personal)dan orang lain(inter personal).

Dengan demikiandalam hati siswa kecil ,pengetahuan primodial menyikap kisah mitosnya dengan kemampuan kecerdasan diri dengan mengenali beberapa sifat seperti otakyang cerdas,moral yang tinggi,optimisme dalam segala hal dan rasa keabadian serta hakikat segala sesuatu yang tetap hidup dan tidak terbagi-bagi.

Kecerdasan spiritual pada penelitian yang dilakukan neuropsikologi Michael Psinger di awal tahun 1990-andan diperbarui olel V.SRamachandrum dan timnya yang menemukan Gos-Spot dalam otak manusia.Dan Gos-Spotnya tersebut sudah terbentuk sebagai pusat spiritual yang terletak diantara jaringan syaraf dan otak.

Temuan para ahli tersebut baru menjangkau sesuatu yang bersifat biologis dan psikologis,yang dibuktikan dengan adanya titik tuhan(God-Shot)yang merupakan mata hati yang dapat mengungkapkan kebenaran hakiki yang tidak tampak didepan mata.Agustiar (2001:4)

“Bahwa kecerdasan Spiritual berkaitan dengankemampuan untuk memahami kebenaran-kebenaran hakiki yang terkait dengan imandan taqwa pada Tuhan Yang Maha Esa”.

Kecerdasan spiritual bukan hanya sekedar imajinasi atau angan-angan,tapi merupakan pengalaman nyata bagi orang-orangyang benar-benar merasakan dan mengalami sendiri.Kecerdasan spiritual bias diartikan sebagai merohanikan diri.Devinisi ini di ungkap oleh Khalil Khavari (2000: 15) ”Bahwa kecerdasan spiritual adalah fakultas dari dimensi non-material atau ruh manusia”.

Kecerdasan spiritual merupakan pondasi hidup yang mengandung nilai-nilai yang mesti dikembangkan dan dibina pada seluruh komunitas sekolah dan dirumah atau lingkungan keluarga,karma sekolah atau rumah yang cerdas dapat menyalurkan kecerdasan spiritual kedalam kehidupan siswa yang terpercikpada gagasan,pengamatan,pemahaman dan tingkah laku seharihari siswa.

Zohar dan Marshall memberikan gambaran bagaimana tanda-tanda orang yang memiliki kecerdasan spiritual tinggi yaitu:

a.  Kemampuan bersikap fleksibel(adaftif secara spontan dan aktif)

b.  Tingkat kecerdasan yang tinggi

c.  Kemampuan menghadapi dan memanfaatkan penderitaan

d.  Kemampuan untuk menghadapi dan melampaui rasa takut

e.  Kualitas hidup yang diilhami oleh visi dan misi

f.  Keengganan untuk menyebapkan kerugian yang tidak perlu

g.  Kecenderungan untuk melihat keterkaitan antara berbagai hal(pandangan holistic)

h.  Kecenderungan nyata untuk bertanya”mengapa atau bagaimana?”,untuk mencari jawaban yang mendasar.

i.  Pemimpin yang penuh pengapdian dan bertanggung jawab.

2.  Dasar-Dasar Kecerdasan spiritual

Dasar spiritual sebenarnya sudah tertanam dalam diri manusia sejak lahir dengan memiliki titik keseimbangan antara kecerdasan intelektual (IQ),kecerdasan emosional(EQ) dan kecerdasan spiritual  (SQ) dengan tidak hanya mendengarkan bisikan “hawanya”,tapi ia juga harus mendengarkan suara jiwa atau suara hatinya seperti yang ada dalam dasar-dasar kecerdasan spiritual.

a.  God-Spot(suara hati)

Suara hati manusia pada dasarnya bersifat unifersal dan merupakan penjernihan emosiyang semua orang mengangguk bila melihat,mendengar atau merasakan suatu kebenaran seperti didalam surat AL-Hasyir ayat 22-24 ,sebagai contoh, dorongan ingin keadilan,ingin bijaksana ,ingin sejahtera,ingin memelihara,ingin menciptakan dan ingin mengasihi,semua adalah sifat-sifat ALLAH. Dengan demikian sembilan puluh sembilan(99) sifat Allah swt yang terdapat dalam al-Quran merupakan sumber dari dasar spiritual manusia,yang ditemukannya pada lubuk hati,karna suara hati tidak pernah berbohong tapi akal dan perasaan manusialah yang berubah,karna Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat,”sungguhKami telah ciptakan manusia dan Kami tau apa yang dibisikkan hatinyas kepadanya,Kami lebih dekat padanya dari urat lehernya”.(QS.Surah Qaaf, 2004:520)

b. Bijaksana

Untuk memahami suara hati perlu disadari secara sungguh-sungguhbahwa semua sifat-sifat itu dirancang melalui satu kesatuan tauhid,yang tidak dapat berdiri sendiri secara terpisah,namun bersifat esa atau satu ,semua dilakssiswaan secara seimbang dan bijaksana,maka untuk memilih suatu kecerdasan spiritual,sepatutnyalah kita berpedoman serta mempelajari secara keseluruhan sifat-sifat Allah melalui satu mekanisme berfikir dan pelatihan yang terarah melalui rukun imam dan rukun Islam, tidak bisa pula hanya dipahami melalui otak atau sarana logis,tapi harus melalui pencernaan hati ysng bersih.

Pada hakikatnya segala keputusan yang akan diambil ,jika dilandasi karna Allah,kita akan menemukan sebuah kebijakan mulia dengan penuh percaya diri,keterbukaan berfikir,yang merupakan hal yang esensial dalam pengambilan keputusan.Sebuah proses dinamis dimana kita mengambil atau memilih diantara beragam alternative yang merupakan sebuah cerminan sifat bijaksana yang terpancar dari spectrum iman.

c. Integritas

Seorang siswa harus tumbuh rasa ingin bekerja secara total, sepenuh hati dan semangat tinggi yang berapa-api untuk meraih sebuah keberhasilan,karna dengan integritas maka siswa akan tampil menjadi siswa yang tidak mudah terhasut atau terbawa arus yang bisa terjerumus pada kehancuran.Tetapi siswa akan terdorong untuk meraih prestasi untuk selalu mencari jalan untuk menemukan sukses.

d.  Rasa aman

Didalam suatu lingkungan,kita banyak melihat bahwa begitu banyak orang yang melebihi diri kita dari segi harta benda,symbol penghormatan,posisi,jabatan dan tingkat sosial.Hal ini sering kali membuat orang menjadi rendah diri,bahkan kehilangan kepercayaan diri.Tidak ada sebuah “pegangan”yang mampu memberikan kekuatan diri sejati,tidak ada satupun “pedoman”atau “pegangan”yang dapat menandingi keyakinan akan Allah yang agung,yang danganNya kita mampu membangun kepercayaan diri yang secara kritis dan Melakukan secara filtering dan influencing terhadap lingkungan sekitar,sehingga kita merasa aman dengan berperinsip tiada sesuatu yang abadi.

“Stephan R.Covey(dalam Ari Ginanjar Agustian,2001:77),Rasa aman kita berasal dari pengetahuan prinsip itu berbeda dengan ousat- pusat lain yang disadari padsa orang atau sesuatu yang selalu dan seketika berubah,prinsip yang benar tidaklah berubah”.

Dengan membaca uraian diatas,maka jelaslah bahwa prinsip itu kekal, tidak peduli apapun yang terjadi tidak akan goyah,karena kekuatan mental tauhit yang dimiliki jauh lebih berperan dari kekuatan fisik.Rasa aman pribadi ada di dasar hati yaitu ,La Illaha Illallah.

e. Kepercayaan diri

Suatu kepercayaan diri yang mampu melihat manusia sebagai manusia yang sesungguhnya yang nuncul dari dalam diri sesesorang disebabkan karna prinsip yang esa,bahwa tuhanlah pusat dari kepercayaan diri.

John Fereira(dalam Ari Ginarjah Agustin,2001:79)mengatakan bahwa seseorang yang memiliki kepercayaan diri,disamping untuk mengendalikan dan menjaga keyakinan dirinya,juga akan mampu membuat perubahan di lingkungannya.

Rasa percaya diri dalam diri siswa juga dipengaruhi oleh kecerdasan spiritual yang dimilikinya.Siswa-siswa biasanya merasakan ketakutan jika ia melakukan suatu kesalahan,namun jika tertanam dalam diri siswa bahwa hanya tuhannya yang wajib ditakuti oleh manusia,maka Hal tersebut senantiasa akan menumbuhkan suatu prinsip dalam diri siswa yakni rasa percaya pada kemampuan yang ada pada diri mereka sendiri.karena mereka lebih percaya pada kemampuan yang mereka miliki dengan bantuan doa pada Tuhan Yang Maha Esa.

f.   Motifasi

Seorang siswa harus bercita-cita besar,berfikir maju dan dapat menyadari bahwa dirinya memiliki dasar kecerdasan spiritual yaitu sifat Allah.Untuk itu diupayakan agar dapat menghasilkan sebuah kekuatan dan motifasi.Dengan sebuah keberanian dan kekuatan yang berlandaskan pada iman tersebut akan tercipta sebuah jati diri(eksistensi) yang memiliki nilai yang tinggi.

Keberhasilan tidak memerlukan kecerdasan yang luar biasa,keberhasilan tidak disebabkan keberuntungan,tetapi keberhasilan ditentukan olehukuran dari keyakinan untuk meraih kemenangan dan mempunyai cita-cita yang tinggi dan yakin bahwa akan mencapai dengan suara hati sang Maha Besar.

  1. B.        Pembinaan Moral siswa

1.  Moral

Moral merupakan kondisi dimana seseorang mampu mempertimbangkan dan menentukan pilihan mengenai hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk.Menurut Kamus Bahasa Indonesia (1991), menjelaskan Arti moral adalah paduan dari kata akhlaq atau budi pekerti, dimana jika telah rusak moral seseorang maka orang tersebut sulit membedakan mana prilaku yang baik dan prilaku yang buruk.

“Moral adalah suatu kondisi mental seseorang yang dapat menentukan apakah seseorang masih dapat/ mampumempertahankan dirinya dari bujukan iblis,masih adanya keberanian dan kepatuhan seseorang tersebut pada kedislipinan serta adanya semangat yang tinggi”

(Zain badudu, 2001:14)

Berdasarkan hal tersebut diatas,dapat disimpulkan bahwa moral merupakan sutu sikap yang khasyang terdapat pada siswa-siswasehingga dapat dianggap bahwa moralitas yang mereka miliki merupakan suatu perbuatan yang telah melekat pada diri mereka atau sudah menjadi sifat dari perbuatan tersebut dan dapat diamati secara langsung oleh seorang pengamat sebagai suatu fakta yang objektif.

Pengertian moral yang ditemukan oleh kartono kartini (2002) adalah :

  1. Moral adalah berkaitan dengan akhlaq,moril dan tingkah laku yang susila
  2. moral merupakan cirri-ciri khas suatu kelompok orang dengan prilaku yang layak dan baik.
  3. Moral berkaitan dengan hokum atau adapt istiadat sertas kebiasaan yang mengatur tingkah laku.

Dari penjelasan diatas ditarik kesimpulan bahwa,moral mempunyai pengertian yang sama dengan budi pekerti,akhlaq dan susila.Semua kata tersebut  mempunyai arti sebagai ajaran tentang nilai-nilai yang baik dan buruk yang dapat diterima umum mengenai perbuatan,sikap,kewajiban dan sebagainya.

Pendidikan moral merupakan suatu proses yang bertujuan untuk merubah sikap dan tatalaku seseorang dalam rangka mengembangkan kualitas dan seluruh kemampuan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan yang dilakssiswaan berkesinambungan dalam setiap jenis dan jenjang pendidikan tertentu.Sedangkan Ahmat Safari dan Komari (dalam departemen dan Pendidikan Nasional,2003) menjelaskan ,pendidikan budi pekerti adalah suatu pendidikan yang mengajarkan pada manusia tentang nilai-nilai yang baik dan buruk.Nilai-nilai yang baik harus dikerjakan dan yang buruk harusditinggalkan.

Pendidikan budi pekerti sangat bermanfaat dalam kehidupan siapapun,terutama siswa-siswa dan remaja yang kondisi pemikiran dan emosinya belum stabil.Sebab dengan budi pekerti tersebut mereka akan tau mana tindakan yang benar dan mana yang salah,mana yang harus dikerjakan dan yang harus ditinggalkan.

Karna pendidikan moral sama saja dengan pendidikan budi pekerti,maka pendidikan moral sangat bermanfaat,khususnya bagi siswa-siswa dan remaja.Pendidkan moral memberikan arah dan pedoman bagi siswa-siswa dan remaja untuk melangkah dan menjalani kehidupan.Tanpa pendidikan moral,siswa-siswa akan berbuat sekehendak hati mereka tanpa memperhitungkan baik dan buruk.Tetapi siswa yang mempunyai kesadaran tentang norma,tindakan dan pencarian dalam watak moralitas atau tindakan-tindakan moral,maka siswa akan merasa bertanggung jawab pada etika terhadap hubungan tuhan,dengan sesame manusia,dan dirinya.

Etika dalam pengertiannya merupakan sebuah konsep moral yangmenjadi tindakan praktismanusia dalam menjalankan kehidupan dalam tiga konteks yaitu:

@   Hati nurani

@   Sistem prisip dan pertimbangan yang biasa disebut moral yang sesuai dengan kebudayaan,keagamaan,dan kefalsalfahan.

@   Tata laku

Dengan membaca uraian diatas,maka jelaslah sudah bahwa tindakan-tindakan yang dilakukan harus sesuai dengan nilai-nilai moral dan sebaiknya ditanamkan dalam diri siswasejak dini supaya dalam hidup inimempunyai prinsip nilai-nilai luhur yang dapat membentuk manusia yang berimtaq dan berahlak mulia.

    2. Upaya Pembinaan Moral Siswa

   a.  Di Lingkungan Keluarga

Keluarga merupakan tempat dan pembinaan moral siswa terutama yang berusia sekolah dasar(7-12 tahun),harus diproteksi dari bahaya-bahaya dan pengaruh yang kini telah mulai menjamah wilayah territorial siswa.Teori Kihajar Dewantoro yang dibenakkan oleh banyak ahli pendidikan (Maryoribanks dan Tamtna,2000:20) yang menyatakan bahwa”pentingnya pendidikan budi pekerti dalam keluarga dengan ibu sebagai pendidik utama dalam pengembangan potensidan pribadi siswa”.Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Iken Junaedi (2005)bahwa yang perlu diperhatikan oleh orang tua dalam rangka membina moral-moral sebagai generasi muda,antara lain  :

a) Mendidik kejujuran

Pola-pola pendidikan membangkitkan sikap dan sifat jujur siswa yang bisa orang tua terapkan melalui cara menyikapi prilaku siswa dengan memberikan pujian pada siswa pada saat berbicara jujur dan bersikap jujur,serta menumbuhkan kepercayaan siswa pada orang tua.Oleh karena itu hendaknya orang tua menjadi modelt teladan atau figut bagi siswanya sebagai objek didikan.

b) Membangkitkan rasa hormat

Sikap dan sifat positif berupa rasa hormat pada diri siswa perlu dibina oleh orang tua.Dengan metode pendidikan yang dilakukan sesuai dengan pemahaman siswa bahwa kita akan dihormati orang lain msiswaala siswa kita juga menghormati orang lain.Dengan demikianmaka semenjak  kecil dididik dengan orientasi untuk membina sikap dan sifat rasa hormatnya pada siapapun.

c) Membina keteguhan hati

Orang tua harusmembina siswa-siswa agar mereka memiliki keteguhan hati.Keteguhan hati pada siswa dibina semenjak mereka kecil,pada saat hati mereka masih kosongatau lapang.Pembinaan yang dapat dilakukan dengan memberikan beberapa prisip dalam memegang sebuah aturan bahwa dalam menjalani segala segi kehidupan ini yang harus dipegangerat adalah aturan yang terdapat didalamnyasehingga siswa harus berusaha sekuat tenaga agar dalam setiap melakukan sebuah pekerjaan sesuai dengan perintah atau aturan sehingga pertanggung jawaban jelas.

d) Mendidik agama

Orang tua harus memberikan didikan agama karna tanpa nilai-nilai agamayang dikedepankan dalam setiap jenis pendidikan,maka pelaksanaan pendidikan sudah melanggar aturan.Pembinaan yang sudah dilakukan  dengan menanamkan ketaatan kepada Allah sehingga dengan sendirinya dapat memiliki nilai-nilai atau sikap yang bernilai ibadah sebagai bentuk pendidikan dari orang tua.

Dari kedua pendapat diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa orang tua yang sangat berperan penting dalam pembinaan moral siswa,dengan mengebangkan pola-pola pendidikansikap dan prilaku siswa sebagai potensidalam membentuk kepribadianyang berdasarkan dalam nilai-nilai moralatau budi pekerti.

b.  Di Lingkungn Sekolah

Bagi pendidik di dalam lembaga pendidikan formal,dalam mendidik dan membina siswa didik tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual atau nilai akademik semata,akan tetapi perlu mengembangkan nilai-nilai afektif sebagai nilai pembinaan budi pekerti (moral) ahklaq mulia.

Ada banyak hal yang perlu sekolah lakukan dalam pendidikan moral,sebagaimana yang dinyatakan olehGerakan Indonesia Bersatu(2007)bahwa:

a.  Setiap intitusi pendidikan moral perlu memperhatikan bukan hanya hebatnya pengetahuan guru,tetapi juga perilaku moralnya.Perlu ada mekanisme pengujian kehidupan keseharian insane pendidikan,bukan hanya kekuatan intelektual saja.

b.  Adanya penilaian kalakuan disekolah,seorang siswa naik atau lulus kelas bukan hanya diukur oleh kemampuan intelektualnya,tetapi juga kemampuan sosial,moral,mental dan spiritualnya.Dengan demikian sekolah betul-betul menjelaskan fungsi pedagogis yang benar.

c)  Sekolah juga perlu secara berkala melibatkan orang tua dalam pembinaan moral bagi siswa-siswa mereka sehingga pendidikan siswa berjalan secara integrative.

Dri penjelasan diatas sudah jelas bahwa sekarang ini lembaga pendidikan formal sudah mengabaikan hal-hal diatas,karna dianggap terlalu menyulitkan bagi pihak sekolah.Sekolah hanya sibuk mengukur kemampuan intelektual siswa didiknya dan berbangga hati jika siswa didiknya berhasil dengan nilai intelektual yang tinggi dan mempunyai banyak pengetahuan yang tinggi.kini paradikma ini perlu dipertanyakan,apakah ini sudah sesuai dengan tujuan membentuk seorang siswa menjadi orang yang betul-betul dewasa secara moral,mental,spiritual dan intelektual.

Dari tujuan pendidikan yang dicapai ada beberapa upaya yang dapat ditempuh,antara lain:

a)  Memperbaiki proses belajar mengajar sehingga tekanan tidak lagi hanya pada penguasaan jumlah informasi,tetapi bagaimana mencari informasi dan mengolah informasi secara kritis dan kreatif pembentukan kepribadian dan sikap yang baik.

b) Sekolah perlu memiliki perpustakaan yang menyediakan sumber belajar yang lengkap untuk memperluas wawasan siswa.

c) Keberhasilan sekolah tidak hanya diukur dari kemampuan siswa memenuhi standar nilai intelektual,tapi mengembangkan keteladanan(uswas hasanah)dengan memiliki spiritual yang tinggi.

d) Dorong sekolah untuk bersaing secara sehat denga mengutamakan mutu.

e)  Perlu pembudayaan nilai-nilai yang berakar ke Islam dalam keseharian di sekolah dasar oleh seluruh warga.

Jarull dkk(1999)mengemukakan bahwa pembinaan moral  dapat ditempuh dengan memadukan materi pelajaran dengan nilai-nilai moral dan IPTEK dengan mengandung3 aspek:

1)       Melalui suatu pendidikan IPTEK, peserta didik diarahkan untuk menguasai dalil,teori-teori,generalisasi,konsep dan prinsip IPTEK untuk kemudian diterapkan dalam pemecahan masalah keilmuan.

2)       IPTEK merupakan alat(means)pendidikan yang lebih luas,yang dikenal dengan troght sciens.Melalui pendidikan IPTEK logika nerfikir peserta didik dikembangkan sehingga lebih tertib,lugas dan sistematis.

3)       Aspek nilai moral dan etika yang terkandung dalam pendidikan IPTEK

Berdasarkan hal tersebut dapat pula dikatakan bahwa melalui pendidikan IPTEK ini, peserta didik dapat lebih mencintai lingkungan dan pengintegrasian aspek-aspek kehidupan dengan nilai-nilai agama dalam membina moralitas siswa.Oleh karena itu saatnya sekang menciptakan situasi yamg konduktif disekolah dalam pembinaan moral siswa adalah:

  1. Buat peraturan atau tata tertip dari progam sekolah yang memperhatikan waktu ibada
  2. Menyediakan sarana dan prasarana ibadah seperti masjid,perpustakaan dan lain sebagainya.
  3. Menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat penampilan dan pergaulan yang harmonis dilingkungan seluruh warga sekolah

d. Arahan pembinaan kretifitas,hobi dan kebiasaan siswa pada hal yang positif dan bernuansa agama.

Dalam aspek pembinaan moral diperlukan adanya kerjasama yang harmonis antara pemerintah/sekolah dan orang tua dengan keteladanan dari seluruh unsure baik pemerintah,orang tua (keluarga) dan masyarakat merupakan kunci utama pembinaan moral.oleh karena itu mari kita satukan potensi yang dimiliki oleh seluruh komponen bangsauntuk membina siswa sejak dini sebagai generasi yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dan eksistensi serta kemajuan bangsa Indonesia yang akan dating.

C.   PENTINGNYA KECERDASAN SPIRITUAL DALAM PEMBINAAN MORAL SISWA

Dengan adanya kecerdasan spiritual dalam diri siswa didik, maka ia akan memahami dirinya,akan mengenal diri mereka,mengetahui kelemahan dan kelebihan yang ada pada mereka serta memahami status sosial mereka dimanapun mereka hidup dan bergaul.Dengan demikian dengan sendirinya mereka mampu membawa diri mereka ,bertingkah laku sesuai dengan aturan norma-normayang berlaku disuatu tempat di manapun mereka berada.

Apabila seorang siswa memeiliki kecerdasan spiritual,hal ini membina dirinya bertingkah laku.Karna pada hakikatnya segala keputusan yang akan diambil akan tercermin dalam sifat atau tingkah laku yang terpancar dari kuatnya iman itu sendiri.Hal ini tentunya juga berlaku bagi siswa-siswa yang memiliki kecerdasan spiritual yang lebih tinggi biasanya lebih sopan dalam bertindak dan berbicara dari pada siswa-siswa yang memiliki kecerdasan spiritual yang rendah.

Dalam diri setiap siswa yang memiliki kecerdasan spiritual tentu telah tertanam pemikiran bahwa segala sesuatu yang terjadi di bumi ini adalah kehendak tuhan.Dengan berpegang teguh pada nilai-nilai yang ada dalam kehidupan sehari-hari.Siswa didik yang percaya pada kekuasaan dan kebesaran Allah akan berpegang teguh pada arti ayat dibawah ini :

“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan orang -orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu klerjakan (QS.Al-Mujadalah,2004:544).

Hal di atas senada yang diungkapkan oleh Wahyuni Nafis (2006) bahwa apabila seseorang siswa memiliki kecerdasan spiritual maka siswa akan memiliki moral yang tinggi, dengan sebagai berikut:

a)   Sabar,Syukur,dan Tawaduk

Siswa yang memiliki tiga sikap dan prilaku ini telah meraih apa yang disebut pengamal sikap dan prilaku,dimana siswa sudah berhasil menundukkan diri dan mengendalikan diri dan menahan pelampiasan amarah yang mengakibatkan siswa terjerumus dalam jalan yang salah,tetapi siswa yang memiliki kecerdasan spiritual dalam kegiatan memberikan prinsip hidup yang benar sehingga tidak mudah dipengaruhi oleh hal-hal eksternal. Dengan memiliki karakter tenang,penuh wibawa,rendah hati,tidak jahat dan tidak sombong.Mereka adalah siswa yang berilmu dan bersikap lemah lembut,dapat berperan aktif dan membawa karakter pengetahuan yang berasal dari dalam hati(ghaib).Inilah yang dikelompokkan dalam kecerdasan utuh.Jika pengetahuan berasal dari luar,kecerdasan yang diperolehnya dikelompokkan dalam kecerdasan buatan.Tarik menarik melalui  dua input itulah yang menjadikan dada sebagai tempat pertempuran antara pengetahuan dari dalam hati dan pengetahuan dari luar hati yakni dari nafas amarah,karenaitu pada tingkat ini dapat mencegah lisandari ucapan tidak baik dan menjaga prilaku dari tingkah laku buruk.

b)  Baik sangka,Amanah,dan silaturahim

Siswa yang berhasil meraih tiga karakter ini berarti siswa yang sangat berkualitas,etus dan berprinsip.Karena itu pemilik tiga karakter ini sangat erat kaitannya dengan sikap menjauhi perbuatan mengejek,mencela,mengolok-olok,merndahkan dan memberi sebutan buruk kepada orang lain.Prilaku-prilaku tersebut sangat dilarang Al-Quran, karena berakibat buruk terhadap hubungan,bahkan putusnya tali persaudaraan.

Begitu pentingnya kecerdasan spiritual ditanamkan dalam diri siswa,karna dapat mempunyai karakter atau jati diri yang mampu memunculkanberbagai sifat,sikap dan prilaku terpuji.Karena itu sikap,sifat dan prilaku ibarat daun atau cabang yang tumbuh dari pohon.Sedangkan karakter adalah akar yang menentukan daun,cabang dan buah dari sebuah pohon.Jadi memperbaiki sikap dan prilaku sama dengan memangkas daun.

c)   Tawakal, ikhlas dan takwa

Dengan kecerdasan spiritual maka siswa tidak mempunyai masalah dalam hal kecakapan,hidupnya selaras dengan alam yakni berpedoman pada prinsip yang alami dan dengan sendirinya menjalankan berbagai kegiatan yang telah dipikirkan secara matangdengan bersandar sepenuhnya kepada Allah swt.

Kecerdasan spiritual merupakan kecerdasan tertinggi.Untuk itu siswa harus mampu memiliki karakter spiritual tawakal,iklas dan taqwa yang pada aspek ini siswa dapat berinteraksi dangan teman-teman disadari saling memberi,dan saling menolong dengan rasa iklas.

Dari kedua pendapat ditas,dapat ditarik kesimpulan bahwadengan memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi pada siswa,maka siswa dapat menggunakan ilmu pengetahuannyakejalan yang lurus dan bermanfaat bagi sesame manusia.

 III.      PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan urian dan rumusan masalah yang telah dipaparkan oleh penulis,maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

Kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang paling tinggi yang harus ditanamkan pada siswa-siswa sejak dini. Sebagai pondasi hidup yang mesti dikembangkan dan dibina agar siswa memiliki titik keseimbangan antara kecerdasan intelektual(IQ),kecerdasan emosional(EQ),dan kecerdasan spiritual(SQ).

Upaya pembinaan moral siswa dapat dilakukan dengan mengimplementasikan pendidikan moral melalui lingkungan keluarga dan sekolah yang mengisyaratkan bahwa penerusan nilai-nilai sosial merupakan suatu proses yang dalam penerapannya memerlukan kesatuan langkah,kesatuan gerak/tindakan,kelompok dan kerjasama yang erat antara kedua komponen diatas

Pentingnya kecerdasan spiritual dalam pembinaan moral siswa pada hakekatnya siswa akan berpegang teguh pada nilai-nilai yang ada dengan memiliki sikap sabar,syukur dan tawwaduk,baik sangka,amanah dan silaturrohim,tawakal, iklas dan taqwa.

B. Saran-saran

Melalui karya tulis ini penulis sangat mengharapkan agar apa yang menjadi tujuan dari penulis Karya Tulis Ilmiyah ini dapat tercapai.Oleh karena itu ada beberapa saran yang penilis dapat tuangkan disini,antara lain:

1.  Orang tua hendaknya menjadikan lingkungan keluarga sebagai pendidik  yang pertama dan utama bagi siswa-siswanya, agar siswa dapat membendung bahaya-bahaya dan pengaruh dari luar agar tidak menghancurkan masa depannya.

2   Guru sebagai pendidik didalam lembaga pendidikan formal hendaknya berusaha mengembangkan kecerdasan spiritual dalam pembinaan moral siswa dengan cara keberhasilan siswa didik tidak hanya diukur dari kemampuan intelektualnyya,tetapi juga kemampuan sosial,moral,mental dan spiritualnya.

3.  Sebaiknya pemerintah dan masyarakat dilingkungan sekitar siswa perlu mengupayakan kegiatan-kegiatan yang dapat mengarahkan siswa kepada pembentukan sikap positif sebagai generasi penerus.

( Posting oleh :  Ummatang DF,    Parepare Mei 2012 )

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s