DISKRIPSI KARYA SENI LUKIS


Diskripsi Karya Seni Rupa

Tugas Seni budaya…! XII IPS 1 MAN 2 Parepare

Oleh :

Raodhatul Jannah,   Ariska, Intan Sri Dewi,  Muh. Arasy,                    Nadrah

Judul Lukisan                        :           “Keluarga Berencana”

Pelukis                                    :           Basuki Abdullah

Aliran Lukisan                        :           Realisme Natural

Keterangan Lukisan

Basuki Abdullah yang berjiwa romantis, melukis kuda pun menjadi cantik. Kesan beauty tersirat dari perindahan bentuk dan pemilihan warna yang cemerlang. Keindahan pada sebahagian besar lukisan Basuki Abdullah merupakan keindahan yang estetis obyektif  ringan yang terkadang hampa dari pendalaman ekspresi. Judul lukisan “Keluarga berencana”, dengan teknik cat minyak di atas kanvas.
Berukuran 200 x 90 cm dengan media oil canvas dan dibuat pada tahun 1975 dengan media water colour on paper. Lukisan ini bermakna yaitu sosok keluarga berencana  dari kuda yang cantik tersebut yang sangat sedang bahagia.
 

Judul Lukisan                        :           “Badai” (The Storm)

Pelukis                                    :           Raden Saleh

Aliran Lukisan           :           Romantisme

Keterangan Lukisan

Lukisan ini dibuat pada tahun 1851 dengan media cat minyak di atas kanvas dengan ukuran 97 x 74 cm. Lukisan Raden Saleh yang berjudul “Badai” ini merupakan ungkapan khas karya yang beraliran Romatisme. Dalam aliran ini seniman sebenarnya ingin mengungkapkan gejolak jiwanya yang terombang-ambing antara keinginan menghayati dan menyatakan dunia (imajinasi) ideal dan dunia nyata yang rumit dan terpecah-pecah.

Dalam lukisan “Badai” ini, dapat dilihat bagaimana Raden Saleh mengungkapkan perjuangan yang dramatis dua buah kapal dalam hempasan badai dahsyat di tengah lautan. Suasana tampak lebih menekan oleh kegelapan awan tebal dan terkaman ombak-ombak tinggi yang menghancurkan salah satu kapal. Dari sudut atas secercah sinar matahari yang memantul ke gulungan ombak, lebih memberikan tekanan suasana yang dramatis.

 

Judul Lukisan      :     “Perburuan Rusa”

Pelukis                  :     Raden Saleh Syarif Bustaman

Aliran Lukisan     :     Romantisme dan Naturalis

Keterangan Lukisan :

Raden Saleh Syarif Bustaman (1807), pelopor seni lukis modern di Indonesia yang berhasil menguasai gaya romantis yang lazim di Barat pada abad ke-19. Corak lukisannya beraliran Romantis dan Naturalis. Aliran Romantisnya menampilkan karya-karya yang berceritera dahsyat, penuh kegetiran seperti tentang perkelahian dengan binatang buas. Sedangkan gaya naturalisnya sangat jelas nampak dalam melukis potret. Salah satu karyanya yang beraliran romantis, bertema “Perburuan Rusa”,  pada tahun 1846 dengan media  cat minyak dan kanvas.

 

 

 

 

 

 

 

Judul Lukisan      :     “Senja” (The Dusk)

Pelukis                  :     Sudjana Kerton

Aliran Lukisan     :     Aliran Ekspresionis

Keterangan Lukisan

Dalam lukisan berjudul “Senja”, 1987, Sudjana Kerton menghadirkan dunia rakyat bawah dalam suatu momen yang unik, yaitu penggembala itik di waktu senja. Dunia itu menjadi unik, karena pelukisnya mempunyai sudut pandangan yang lain, baik secara visual maupun dalam empati jiwanya. Kerton selalu membuat gerak tubuh rakyat jelata dalam deformasi yang mengekspresikan beban hidup, namun sekaligus mengandung kelucuan. Dilatarbelakangi terbenamnya matahari senja dan itik-itik yang berkelompok dalam formasi diagonal, karya ini mengembangkan suasana puitis sekaligus tertekan.

Lukisan ini menggunakan media Cat minyak di atas kanvas / Oil on canvas, 125 x 148 cm, Inv. 201/SL/A.

 

 

Judul Lukisan      :     “Perahu Senja”

Pelukis                  :     Feri Raharjo

Aliran Lukisan     :     Ekspresionisme dan Realisme

Keterangan Lukisan

Lukisan yang berjudul Perahu Senja (perahu disore hari) yang memang pelukisanya disore hari menjelang matahari terbenam terinspirasi dari suatu objek dimana objek tersebut dapat menghadirkan suatu ketenangan bagi si penikmat yang melihatnya (pengambilanya sewktu disore hari). Lukisan itu dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1 sampai 2 minggu.

Gradasi warna diambil dari titik fokusnya terlebihdahulu, jadi warna sebelumnya tidak sekstrim seperti itu tapi hasilnya menjadi bagus, cara pengerjaanya sepelan mungkin agar dapat menghasilkan karya yang bagus seperti lukisan di atas.Ciri khas dari lukisan itu yang membedakan dari lukisan yang lainya yaitu lebih fokus dilukisan panen dan pasar dari pengambilan temanya dari tempo dulu yang dikerjakan secara tradisional.

Pesan moral yang ingin disampaikan bagi para penikmat yang melihatnya bahwa pelukis menciptakan suatu karya seni untuk memberikan si penikmat ketenangan jiwa dari segi itu pelukis mengambil bagaimana caranya si penikmat bisa merasakan kedamaian

About these ads
Tulisan ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Satu Balasan ke DISKRIPSI KARYA SENI LUKIS

  1. fhetan berkata:

    Maju teruss dunia seni rupa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s